18 Jul 2016

Adalah Kamu

Adalah kamu sesuatu yang bersinar namun memandangmu aku tak sanggup
Adalah kamu sesuatu yang indah namun untuk menggenggammu aku tak mampu
Adalah kamu sesuatu yang menghangatkan namun memelukmu aku tak kuasa

Hujan di persimpangan kota membawa kembali ingatanku tentang kamu. Kamu yang entah bagaimana bisa melelehkan bekunya gumpalan hati, membuatku haus penantian lama. Kamu dengan segala keindahan menjamahku dengan beribu teka-teki yang harus ku pecahkan. Banyak cerita yang bisa ku bagikan kepada mereka yang ingin tahu, namun ketika aku mulai bercerita sosok aku yang mestinya menempati peran utama tersisihkan oleh seseorang yang menjadikanku sebagai pemain dibalik layar. Sama halnya peran pemain dibalik layar, memandangmu tersenyum tak luput pandanganku dari bibirmu meski itu bukan aku alasanmu tersenyum. Aku yang mulai bodoh karena tajam sorot matamu, membuka pintu lebar-lebar menyambut perih yang datang. Hanya aku yang salah mengartikanmu, sebab perhatian kecilmu juga untuk seseorang yang tak ku kenal. Kadang rindu, rindu sendiri tak berucap pun tak berbalas. Saat bertemu aku yang selalu awkward tak banyak bicara, obrolan kecil satu dua kalimat di setiap kata terngiang di sudut ingatan. Tak sedikit bias nyata yang kamu tinggalkan di setiap pertemuan, dan kali berapa aku membiarkanmu masuk karena perasaan obsesiku sedang aku membuat luka untukku sendiri. Sometimes you make me the one, but sometimes I'm nothing. Sebab cinta lebih mudah dirasakan daripada dimengerti, mungkin itulah mengapa lebih butuh balasan daripada alasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar